JURNAL UPDATE || Proyek perombakan total jembatan penghubung antara Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Cileungsi di Jalan Raya Narogong, tepatnya di depan pabrik beton Wijaya Karya, menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, jembatan gantung yang disediakan sebagai akses alternatif sementara dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan warga.16/7/26
Jembatan gantung yang dibangun di atas Sungai Cileungsi tersebut memiliki keterbatasan kapasitas. Pengguna hanya diperbolehkan melintas maksimal 10 orang dalam satu waktu demi alasan keselamatan. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk.
Sejak pukul 05.00 WIB, ratusan warga sudah mulai mengantre untuk menyeberang.
Mayoritas merupakan pelajar, karyawan, dan masyarakat yang hendak beraktivitas di wilayah Gunung Putri maupun Cileungsi. Akibatnya, banyak warga mengaku terlambat masuk sekolah maupun bekerja.
Selain kapasitas yang terbatas, sebagian masyarakat juga menilai konstruksi jembatan gantung masih terasa kurang kokoh sehingga menimbulkan rasa khawatir saat digunakan, terlebih ketika banyak orang menunggu giliran menyeberang.
Warga berharap pihak pelaksana proyek bersama instansi terkait dapat segera melakukan evaluasi terhadap fasilitas penyeberangan sementara. Penambahan akses alternatif atau peningkatan kapasitas jembatan dinilai penting agar mobilitas masyarakat tidak terganggu selama proses pembangunan jembatan utama berlangsung.
Masyarakat juga meminta agar percepatan penyelesaian proyek menjadi perhatian utama sehingga akses penghubung yang menjadi jalur vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga dapat kembali digunakan secepatnya. red
