Indeks

Dikeluhkan Warga Air Lmbah PT. PAC Cemari Ribuan Hektar Sawah di Kampung Rawa Ragas Klapanunggal 

 

JURNALUPDATE.online_BOGOR – Warga mengeluhkan aktivitas industri PT. Persada Anugerah Cheminndo. Perusahaan yang berstatus mengontrak lahan di wilayah tersebut diduga telah mencemari hektaran sawah dan sumber air bersih milik warga sekitar selama kurang lebih dua tahun terakhir.

​Pencemaran tersebut diduga berasal dari aktivitas pencucian drum serta wadah logistik kimia yang dilakukan oleh pihak pabrik, di mana air sisa cucian mengalir langsung ke lingkungan sekitar tanpa pengolahan yang layak.

Sumur Merembes, Ikan di Sawah Mati

​Sata, salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa dampak lingkungan dari aktivitas pabrik tersebut sangat dirasakan masyarakat, terutama saat memasuki musim kemarau.

Ketika debit air tanah menurun, rembesan cairan diduga limbah mulai masuk ke sumur-sumur yang dikonsumsi warga
​tak hanya menyasar air bersih, aliran cairan tersebut juga kerap meluap ke area pertanian.

​”Air limbah tersebut merembes ke sumur warga dan mengalir ke sawah, yang menyebabkan ikan-ikan di sawah mati,” keluh Sata saat ditemui media jurnalupdate di lokasi kejadian, pada Kamis 16/7/2026.​

Demi mencegah kerusakan yang lebih luas pada ketahanan pangan dan lingkungan setempat, adik dari Sata sempat berinisiatif membuat tanggul darurat secara swadaya. Langkah ini diambil untuk membendung aliran cairan agar tidak kian meluas ke petak sawah lain.

Hingga saat ini, para petani dan warga sekitar mengaku belum berani melakukan protes langsung ke pihak manajemen pabrik, upaya pelaporan pun baru menyentuh tingkat rukun tetangga (RT).

​”Kita baru ke laporan ke Pak RT saja, itupun tidak ada solusi lanjut terkait masalah ini,” tambah Sata.

Pihak Pabrik Mengklaim Cairan Adalah (PAC) dan Aman, merespons keluhan tersebut, Pengawas Lapangan PT Persada Anugerah Cheminndo, Yosep, memberikan klarifikasi terpisah. Ia membantah bahwa perusahaan sengaja membuang limbah berbahaya ke saluran irigasi warga.

​Menurut Yosep, cairan atau endapan berwarna putih kecokelatan yang terlihat di parit irigasi warga merupakan sisa dari proses pengendapan kotoran air yang terbawa saat petugas mencuci tangki armada mobil operasional. Ia mengklaim senyawa kimia yang tersisa adalah Poly Aluminum Chloride (PAC).

​”PAC bukan termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3). Kategori B3 itu zat yang bersifat asam, kaustik, atau HCl,” dalih Yosep.

Yosep juga meyakinkan publik bahwa PAC merupakan bahan standar yang kerap digunakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menjernihkan air baku menjadi air bersih bagi perumahan, sehingga ia menilai cairan tersebut tidak membahayakan lahan pertanian atau ekosistem warga sekitar.

​ “Endapan Kimia Non-B3

Meski pihak perusahaan mengklaim PAC bukan termasuk kategori limbah B3 murni, sejumlah pakar lingkungan mengingatkan bahwa pembuangan sisa bahan kimia industri secara langsung ke alam—tanpa melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)—tetap menyalahi aturan.

​Endapan PAC yang pekat di saluran irigasi dapat mengubah kadar keasaman (pH) air secara drastis serta menyumbat pasokan oksigen di dalam air. Hal inilah yang diduga kuat menjadi pemicu kematian mendadak ekosistem air seperti ikan di area persawahan warga Kampung Rawa Ragas.

​Hingga berita ini diturunkan, warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel air sumur dan sawah yang terdampak.agar supaya tidak berlarut larut warga meminta kepada kepala desa setempat dapat mengur
Hal ini di sampaikan pada saad pakta di lapangan. Dan di sampaikan kepada awak media.  (Jeri)

Exit mobile version