Indeks

Veda Pulang Kampung, Rookie of The Year Bukan Jadi Target Utama

 

JURNALU0DATE.online – Veda Ega Pratama pulang  Setelah Berbulan-bulan di Eropa
kepulangannya ke Indonesia menjadi momen yang cukup spesial. Setelah berbulan-bulan menjalani aktivitas balap di Eropa bersama Honda Team Asia, pembalap asal Gunungkidul itu akhirnya bisa menikmati suasana kampung halaman.

Ia mengaku sangat merindukan keluarga serta makanan khas Indonesia yang sudah lama tidak dinikmati. Namun waktu liburnya terbilang singkat karena hanya sekitar satu pekan sebelum kembali menjalani agenda balap dan mengurus dokumen perjalanan.

Nama Veda Ega Pratama semakin menjadi sorotan setelah berhasil mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di ajang Moto3. Namun di tengah meningkatnya ekspektasi publik, pembalap muda Honda Team Asia itu justru mengaku tidak menjadikan gelar Rookie of The Year Moto3 2026 sebagai target utamanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Veda Ega Pratama saat pulang ke Indonesia dalam jeda kompetisi Moto3 2026. Meski banyak penggemar mulai memprediksi peluangnya menjadi rookie terbaik musim ini, Veda memilih fokus pada proses belajar dan pengembangan diri sebagai pembalap debutan di kejuaraan dunia.

Menurut Veda, target utamanya musim ini adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya. Baginya, pencapaian seperti Rookie of The Year maupun podium hanyalah bonus dari proses yang sedang dijalani.

“Saya ingin mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dan mendapatkan pelajaran sebanyak-banyaknya sebagai rookie,” ungkap Veda.

Menariknya, ada satu lokasi yang ingin kembali dikunjungi Veda, yakni area Pasar Sapi Sionoharjo di Gunungkidul. Tempat tersebut memiliki nilai historis karena menjadi lokasi awal dirinya belajar mengendarai motor dan mengenal dunia balap sejak usia enam tahun.

Dari lokasi sederhana itu, perjalanan panjang Veda dimulai hingga akhirnya mampu menembus level tertinggi balap motor dunia.

Meski sudah mencetak podium bersejarah di Moto3 Brasil 2026, Veda menegaskan dirinya belum ingin terbebani target berlebihan.

Saat ditanya mengenai peluang menjadi Rookie of The Year, pembalap berusia 17 tahun tersebut memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Ia mengaku tidak menjadikan gelar tersebut sebagai prioritas utama musim ini.

Menurutnya, musim debut di Grand Prix harus dimanfaatkan untuk memahami karakter kompetisi, belajar dari setiap balapan, serta meningkatkan kemampuan secara bertahap.

Pendekatan tersebut menunjukkan kedewasaan Veda dalam menghadapi tekanan. Di tengah tingginya harapan publik Indonesia, ia tetap memilih realistis dan fokus pada proses jangka panjang.

Lebih lanjut Veda juga mengungkap nama pembalap yang dianggap sebagai rival terkuatnya musim ini.

Tanpa ragu, ia menyebut Brian Uriarte sebagai salah satu rookie paling kompetitif yang harus diwaspadai. Keduanya beberapa kali terlibat persaingan ketat sepanjang musim Moto3 2026.

Walaupun demikian, Veda menegaskan dirinya tidak terlalu fokus pada persaingan individu. Ia lebih memilih berkonsentrasi terhadap peningkatan performa diri sendiri dibanding terus menghitung posisi klasemen rookie.

Veda juga memberikan gambaran mengenai karakter motor Honda NSF250RW yang digunakannya musim ini.

Motor Honda memiliki keunggulan saat melibas sirkuit dengan banyak tikungan cepat atau fast corner. Karakter tersebut membuat Honda cukup kompetitif di beberapa lintasan yang mengandalkan kecepatan menikung.

Hanya saja di sisi lain, Honda masih menghadapi tantangan pada sirkuit dengan banyak tikungan sempit, chicane, serta area pengereman keras.

“Kami masih perlu meningkatkan performa di sirkuit yang banyak tikungan sempit dan pengereman keras karena saat ini masih agak kesulitan,” terangnya

Pengakuan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa beberapa seri musim ini berjalan lebih sulit dibanding balapan lainnya.

Perjalanan Veda Ega Pratama dari parkiran Pasar Sapi Sionoharjo hingga podium Moto3 menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Meski kini mulai mendapat sorotan besar, Veda tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia tidak terobsesi mengejar gelar Rookie of The Year ataupun menjadikan podium sebagai target wajib.

Sebaliknya, pembalap muda tersebut memilih fokus pada proses belajar, mengumpulkan pengalaman, dan membangun fondasi yang kuat untuk masa depan kariernya.

Jika konsistensi tersebut terus terjaga, bukan tidak mungkin Veda akan menjadi salah satu pembalap terbaik yang pernah dimiliki Indonesia di ajang Grand Prix dunia.  (Red)

Sumber : Disway Malang

Exit mobile version